+ Dengan nama Allah +

Dan orang yang sabar kerana mencari keredhaan Tuhannya, mendirikan solat dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami nafkahkan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan, serta menolak kejahatan dengan kebaikan, orang itulah yang mendapat tempat kesudahan yang baik.
Surah Ar-Rad : Ayat-22

Tuesday, July 24, 2012

Bismika Nahya : Dengan Nama-Mu Aku Hidup


Dengan nama-Mu ya Allah, kami hidup dan kami mati. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Yang menghidupkan dan mematikan. Yang menguasai hari pembalasan. Dari-Nya kita datang, hanya kepada-Nya jualah kita akan kembali.. Bila tiba masanya kelak.
 

Alhamdulillah, dengan izin dan kehendak-Nya, hari ini kita masih lagi hidup di alam dunia ini. Satu-satunya alam di mana kita diberi ruang dan peluang untuk memilih dan membuat keputusan. Alam di mana kita diberi tugasan dan amanah yang harus kita laksanakan - sebagai khalifah di bumi dan juga sebagai hamba yang patuh beribadah kepada Tuhannya. Alam yang sementara, sekadar tempat persinggahan sebelum kita kembali ke alam akhirat yang kekal abadi.

Kali ini, insyaAllah, suka saya berkongsi satu lagi buku yang ada dalam koleksi simpanan saya. Pertama kali saya mendengar nama Amru Khalid beberapa tahun yang lalu, adik saya Nisa yang perkenalkannya kepada saya. Nisa selalu bercerita dan berkongsi mana-mana buku yang dibacanya - dia suka membaca. Dan, nama Amru Khalid ini selalu meniti di bibirnya, pendek kata, Nisa sangat mengagumi penulis yang seorang ini. 

Antara buku karya Amru Khalid yang Nisa kenalkan kepada saya adalah Ibadah Sepenuh Hati dan Hati Sebening Mata Air. Keduanya diterjermahkan dan diterbitkan oleh Aqwam. Oh, sebelum pergi lebih lanjut, kalian boleh berkenalan dengan Amru Khalid.. KLIK SINI. Time Magazine pernah memilih beliau sebagai orang yang ke-13 paling berpengaruh di dunia.

Baik. Sekarang, mari kita fokus kepada buku yang ingin saya kongsikan pada kali ini. Judul asalnya adalah Bismika Nahya, diterjermahkan oleh Amanullah Alim, diterbitkan oleh Maghfirah Pustaka, 2008.

Memetik dari Mukadimah buku tersebut.

"Dengan Nama-Mu aku hidup, adalah sebuah rancangan untuk menata ulang hidup kita atas dasar makrifat pada Allah. Dan sepanjang kita melakukan kajian makrifat itu, kita akan menemukan nilai-nilai yang amat signifikan bagi hidup ini, yang tidak lain merupakan tujuan penulisan buku ini, bahawasanya nilai-nilai kebaikan dalam hidup ini tidak lain merupakan bagian dari asma Allah. Maka, sudah menjadi tugas kita untuk memahami dan menghayati kandungan makna asma-asma Allah sebagai landasan untuk mendirikan kehidupan yang lebih baik dan lebih sempurna yang tercermin dari asma Allah yang terbaik. (asma al-husna)."

Allah swt berfirman,

"Hanya milik Allah asma al-husna, maka memohonlah kepadaNya dengan menyebut asma al-husna itu.." (Al-A'raf [7] : 180)

Rasulullah saw pula bersabda,

"Bagi Allah swt sembulan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Siapa yang menghitungnya, maka ia akan masuk syuga."

Sesungguhnya kehidupan akhirat itu ialah kehidupan terbaik yang kekal dalam naungan kenikmatan syurgawi. menyusul kehidupan terbaik di dunia di bawah naungan asma al-husna.

Buku ini mengajak kita agar mendapat makrifat (pengetahuan tentang Allah swt). Apabila kita mengenal Allah swt, mencintai Allah swt, kita akan tunduk dan patuh kepada-Nya. Kita akan sentiasa mengharap keredhaan-Nya dan hati kita akan merindui syurga-Nya hingga air mata kita menitis.. Jika kita mengenal Allah, maka kita akan merindukan mati. Sementara orang lain takut akan kematian itu. Jika kita mengenal Allah, maka hati kita akan luluh kerana rindu pada-Nya dan selamanya tidak akan pernah sanggup untuk membuat Allah murka.

Buku ini sesuai di baca sebagai persediaan menjalani ibadah sepanjang di bulan Ramadhan. Buku ini mendorong kita berzikir, membaca al-Quran, bersedekah dan menjadi lebih khusyuk setelah kita benar-benar mengenal Allah swt. Semakin kita mengenal Allah, semakin dalam makrifat kita kepada-Nya. Semakin tulus kita berserah diri dan jiwa, semakin tegar pula kita menerima segala ketetapan-Nya. Ada waktunya, kita mendapat ujian dan cubaan yang berat dalam hidup ini, akan tetapi, kerana kita ingat kepada Allah swt, maka jiwa kita akan merasa tenteram dan kita mampu berserah diri pada takdir-Nya.

Apabila kita bersungguh-sungguh mengenal Allah, nescaya kita akan mengetahui hikmah yang amat besar dan ilmu peringkat yang tinggi. Jiwa kita akan diliputi rasa kasih sayang, kelembutan, dan belas kasih kepada Allah swt. 

Mari kita perhatikan beberapa ayat daripada Surah Thaha, ayat yang sama yang pernah menggoncang dan meluluhkan hati seorang Umar yang bengis dan digeruni.

"Thaha.. Kami tidak menurunkan al-Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah, tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah) yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi. (Iaitu) Tuhan yang maha pemurah, yang bersemayam di atas Arsy. Kepunyaan-Nyalah semua yang ada di langit, semua yang ada di bumi, semua yang ada di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah. Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahsia dan yang lebih tersembunyi. Dialah Allah tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai asma al-hasna (nama-nama terbaik)." (Thaha [20] : 1-8)

Jujurnya, pada pendapat saya, buku ini sangat indah dan sungguh banyak manfaatnya. Maka, dengan bersungguh-sungguh dari lubuk hati yang ikhlas, saya menyarankan agar sahabat pengunjung blog ini menjadikan buku ini sebahagian daripada buku 'wajib baca' kalian.

Mungkin sebelum ini, kita mendengar nama-nama Allah tanpa secubit rasa pun. Mungkin sebelum ini kita membaca Al-Quran, kita tidak sedar bahawasanya hampir kesemua muka surat dan helaian di dalam Al-Quran tercatit nama-nama Allah, nama-nama yang terbaik. Mungkin kita tida sedar, selama kita hidup sehari-harian, sedari kita membuka mata sehingga kita menutupnya semula, kita sememangnya hidup dengan nama-nama Allah.

Rugilah, sayanglah jikalau kita tidak mengenal siapa pencipta kita. Bagaimana kita boleh mengakui kita cinta pada-Nya tanpa kita mengenalnya terlebih dahulu. Bagaimana kita boleh merindui-Nya tanpa kita cinta pada-Nya? Bagaimana kita boleh mendorong diri kita agar bersungguh-sungguh beribadah dan berserah diri kepada-Nya tanpa cinta kepada-Nya?

Rugilah, jika kita mati sebelum sempat mengenal dan mencintai-Nya.. 

Sahabat-sahabat yang saya kasihi, Allah-lah yang paling mengasihi kalian. Bukan ibu-bapa kalian. Bukan suami/isteri atau anak-anak kalian. Tapi Dialah yang Maha Pengasih. Janganlah kita sia-siakan kasih sayang-Nya dengan menjadi hamba yang tidak bersyukur - kerana kita tidak benar-benar mengenal-Nya.

Sekian dahulu contengan dari saya untuk kali ini. Moga sama-sama peroleh manfaat darinya. Doakan saya juga, moga setiap detik dan saat, hembusan nafas ini, hingga ke hembusan yang terakhir - moga diri ini tidak melupakan Allah swt. Kerana, hanya dengan nama-Mu ya ALlah, aku hidup dan aku mati.

Wassalam.

3 comments:

Anis Safiah said...

salam...tumpang tanya...kat mna awk beli buku dgn namaMu aku hidup ni ye?sy dh cari kat MPH & kinokuniya tp x de...

AsNiza said...

Salam wbt.. Sorry.. Ada org yg hadiahkn.. Dpt dr kwn di uia tp kna link ngn byk org susah jg la... skrg pn die dh abis blaja kt sana

Anis Safiah said...

huhuhu okie...tq...